Tampilkan postingan dengan label jelajah gizi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jelajah gizi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Mei 2013

Kapurung, makanan yang sehat dari palopo

Nama saya Cheko wynee, kemarin saya udah posting artikel tentang dangke makanan khas Enrekang , Sulawesi selatan untuk dijadikan artikel Lomba jelajah gizi , tapi ternyata saya salah sasaran soalnya Enrekang itu bukan daerah pesisir tapi daerah pegunungan.

Jadi hari ini saya coba nulis lagi artikel mengenai makanan bergizi dari salah satu daerah di makasar, jadi penasaran? kali ini kita akan berburu wisata kuliner apa lagi yah?
Masih penasaran kan,


Wisata kuliner di latuppa, 





Latuppa, merupakan sebuah objek pemandian dan lokasi pariwisata terkenal di Palopo. Sebuah daerah yang berada di ujung utara Sulawesi selatan. Berjarak sekitar 360 km dari Makasar, memiliki letak geografis yang terdiri dari dataran rendah, pantai dan pegunungan. 

Latuppa yang berada 5 km dari pusat kota Palopo merupakan salah satu tujuan pusat wisata dari masyarakat sekitar dan juga luar daerah. Tapi kali ini saya bukan mau bercerita tentang keindahan latuppa, tapi tentang wisata kuliner yang kita bisa dapat di sekitarnya.

Sehabis dari pemandian biasanya kita merasa lapar, jadi kira-kira apa yah, menu yang cocok untuk dikosumsi setelah beraktivitas?

Kalau saya sekeluarga biasanya mencari tempat makan yang dekat dengan pemandian, sekalian memandangi indahnya pantai pesisir . Kita coba pesen kapurung makanan khas palopo.



Kalian pasti penasaran  Kapurung itu apa, kok keliatan seperti bubur atau soto?
Jadi kalau diteliti lagi, kapurung itu adalah salah satu makanan khas sulawesi selatan, khususnya masyarakat luwu , di daerah kota palopo. 

Makanan ini terbuat dari sagu,  penampilannya terlihat sederhana dan mudah untuk dibuat. Namun yang sulit adalah menciptakan aroma rasa yang menarik untuk dinikmati semua kalangan.  


Kalau di daerah maluku kapurung disebut juga papeda. Kapurung dimasak dengan campuran ikan atau daging ayam beserta dengan aneka ragam sayuran . Sepertinya aneh tapi sungguh nikmat dan bergizi, jadi buat kalian yang suka berjelajah gizi jangan lupa untuk makan kapurung, soalnya kapurung ini sekarang mudah didapat bukan cuman di palopo atau makasar, bahkan kalau kita ingin mencoba sendiri juga bisa.

Jangan takut sama biyaya untuk membuat kapurung, soalnya membuat kapurung itu ngga butuh banyak duit. 

ini adalah bahan yang dibutuhkan, seandainya kalian mau mencobanya dirumah:

Bahan :
  • sagu asli dari pohonnya dan masih segar 
  • Aneka sayuran (kangkung, jagung manis muda yang diserut, bunga pisang, yang diiris halus terong ungu yang dikupas dan dipotong2 1 cm, bayam,kacang panjang yang dipotong2 2 cm, daun pakis-kalau ada-)
  • tomat buah, dipotong kecil memanjang
  • mangga muda diserut
  • cabai merah diiris serong
  • ikan teri segar(teri mirong dlm bhs tegal) dapat juga diganti dengan ikan peda segar
  • udang


Bumbu :
  • kacang tanah goreng 4 sendok makan
  • garam
  • bawang putih
  • penyedap rasa/masako
  • cabai merah besar dipotong miring
  • asam patikalla 
  • merica bubuk secukupnya
  • sambal
  • tomat
  • cabe rawit merah
  • garam
  • jeruk limau

semua bahan ditumbuk hingga halus, sedang jeruk limau hanya dipotong menjadi dua dan diperaskan airnya kedalam sambal.

Cara membuat :

A. rebus semua sayuran hingga lunak, tiriskan

B. buat kaldu ikan

rebus ikan teri atau ikan peda sampai lunak, tambahkan satu sendok teh garam
pisahkan ikan dan air rebusan(kaldu) ikannya
pisahkan duri ikan dan dagingnya, lalu daging ikan disuwir-suwir kasar dan dicampur kembali dengan kaldu
tumbuk kacang goreng, bawang putih, garam sampai halus
campurkan bumbu dalam kaldu ikan
masukkan cabe merah besar yang diiris menyerong
tambahkan penyedap rasa sesuai selera
rebus kaldu yang berbumbu hingga mendidih

C. buat bola-bola sagu

pastikan alat memasak bersih
apabila menggunakan sagu segar yang dijual penduduk yang memakan sagu, pastikan sagunya benar-benar segar, bukan sagu yang sudah rusak, karena nanti hasilnya akan berwarna kemerah2an (lihat gambar dibawah), kalau mau aman sih pakai sagu tani yang terjamin kualitasnya
siapkan 1 gelas tepung sagu, larutkan dalam 2 gelas air
didihkan 2 gelas air dalam wajan
masukkan adonan sagu perlahan-lahan sambil diaduk terus hingga mengental
angkat.
siapkan air matang dingin dalam baskom
selagi masih panas, ambil satu sendok makan sagu yang mengental, bentuk bulatan dengan bantuan sendok dan jatuhkan dalam air dingin
lakukan hingga seluruh adonan habis
tiriskan bola-bola sagu


D. penyajian
letakkan bola-bola sagu dalam mangkok, masukkan campuran sayuran rebus, siram dengan kaldu ikan
hiasi diatasnya dengan irisan tomat, cacahan mangga dan udang rebus
kapurung siap dihidangkan


Campurkan sayur-sayuran yang telah matang tadi lalu tambahkan irisan tomat dan beri perasan air jeruk nipis secukupnya.Tunggu hingga mendidih. Angkat dan siap untuk dihidangkan.  

                                         

Bagaimana coba, enak ngga? Kalau kalian mau pake nasi juga boleh atau mungkin kalian mau bikin sesuatu yang baru, dipersilahkan :) yang penting intinya saat membuat harus diawali niat yang baik , semoga makanan yang dibuat menjadi berkah untuk yang makan. hehhehe.

Upss...! kalian pasti masih mau tau donk manfaat dari makan kapurung? biasanya buat para penjelajah gizi , mereka akan mencari berbagai macam makanan yang memiliki manfaat buat tubuh, bener ga yah..?

Seperti yang kalian lihat diatas, dari bahan- bahannya aja semuanya itu udah memiliki manfaat masing - masing. karena semua bahan mengandung manfaat masing- masing pastinya donk termaksud makanan sehat, tapi juga disarankan untuk mengganti bahan - bahan apa bila mendapati diri alergi terhadap bumbu atau bahan2 yang saya tulis. ok :)

jadi apakah kalian masih mau berjelajah gizi lagi, ayo donk kunjungi terus blog saya dan juga http://nutrisiuntukbangsa.org/ .

Kalau kalian senang hidup sehat, suka traveling, suka juga bewisata kuliner jangan sampai lupa untuk mengikuti juga lomba jelajah gizi 2.

terima kasih dan salam :)







Untuk yang mau ikutan lomba jelajah gizi ini dia alamat lengkapnya:

Minggu, 12 Mei 2013

Dangke , Kejunya Enrekang



Masyarakat khususnya di Kabupaten Enrekang sampai sekarang umumnya menjadikan dangke sebagai lauk pendamping makanan pokok nasi sehari-hari. Untuk menyantapnya terlebih dahulu dangke tersebut, antara lain, melalui proses penggorengan.

Sekilas makanan ini tampak seperti tahu, sama-sama berwarna putih. Namun, makanan khas Kabupaten Enrekang ini terbuat dari fermentasi susu. Masyarakat menyebutnya Dangke. Makanan ini juga bertekstur kenyal.

Ada yang mengatakan bahwa rasa dangke mirip dengan rasa keju dari luar negeri.  Memang dangke bisa dijadikan sebagai salah satu makanan khas yang dapat menarik wisatawan dan seharusnya pemerintah memaksimalkan potensinya tersebut.


Terlebih popularitas dangke sebagai makanan khas di Kabupaten Enrekang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Enrekang, Lateng, menuturkan bahwa dangke sudah sampai Malaysia dan Jepang.

Dangke dapat bertahan hingga satu bulan. Biasanya, saat dangke dibawa keluar daerah yang membutuhkan waktu berjam-jam atau bahkan beberapa hari, dangke dibungkus dalam kemasan kedap udara.

“Biasanya, jika dangke dibawa ke tempat yang membutuhkan waktu lama, dangke dipanaskan dan dimasukkan ke dalam lemari es,”

Hmm.... nyumi bukan, Tapi apa kalian tahu Dangke adalah susu kerbau atau susu sapi yang digumpalkan melalui kearifan lokal menggunakan bantuan enzim papain atau daun pepaya. Bentuk gumpalan dangke tersebut berwarna putih seperti Tahu.


Dangke merupakan hasil permentasi dari susu, dan cara membuatnya pun tidak begitu sulit. Berikut alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat dangke, keju lokal asal enrekang.

Alat yang di butuhkan:
Alat untuk memasak/merebus seperti panci dll.
kompor;

Bahan yang diperlukan :
Susu {bisa susu sapi, susu kambing maupun susu kerbau}
getah papaya

Cara membuatnya:

Tuang susu kedalam panci/wajan;
Rebus sampai suhu sekitar 70-80C {Sebenarnya, dikeluarga kami hanya memperkirakan saja karena tidak ada alat untuk mengukur suhu di rumah ketika membuat dangke}
Sebelum mendidih, masukkan getah pepaya beberapa tetes {jangan terlalu banyak, karena jika getah pepayanya terlalu banyak maka akan membuat rasa dangke menjadi pahit}

Aduk secara rata sampai susunya menggumpal/padat dan terpisah dengan kandungan air dari susu.
Setelah susunya sudah menggumpal/padat dan mirip dengan tahu yang agak kenyal, pisahkan dengan airnya;

Setelah itu, masukkan pada cetakan [biasanya orang-orang di kampung menggunakan tempurung kelapa sebagai cetakannya];

Tunggu beberapa saat sampai dangke agak mengeras dan siap dinikmati;
Jika ingin memberikan rasa asin, dangke bisa direndam dengan air garam;
selain itu, dangke juga mempunyai rasa yang enak jika di goreng.

Jika anda memiliki kesempatan mengunjungi Kabupaten Enrekang, mungkin mengunjungi kerabat atau singgah menikmati pemandangan alam saat perjalanan ke tanah toraja, jangan lupa untuk memasukan dangke sebagai salah satu menu kuliner perjalanan anda.




Selamat mencoba dan menikmati aroma dangke, keju indonesia asal enrekang sulawesi selatan.

NB:  Saya berharap kedepannya dangke  dapat dikenal lebih luas lagi bukan hanya di enrekang dan Indonesia tapi mancanegara, karena dangke juga termaksud salah satu wisata kuliner yang menarik untuk dipromosikan, jadi ngga ada salahnya donk sebagai anak  daerah juga ikut membantu mengenalkan lebih jelas lagi tentang dangke.

 Sumber : 



Jelajahgizi, apakah dangke salah satunya?
Pastikan tetap mengikuti jelajah gizi bersama saya dan peserta lainnya, karena bakal banyak banget  informasi tentang kuliner yang bernutrisi, 

oh iya, jangan sampai kalian kelewatan sedikitpun kesempatan untuk bisa mengikuti petualangan jelajah gizi berikutnya, ok :)